Jumat, 02 Maret 2012

TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM

Oleh: Yusuf Amrozi
Email: yusuf@sunan-ampel.ac.id
Abstrak
Semenjak diketemukan komputer, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi ledakan luar biasa. Komputer menjadi media terwujudnya era informasi seperti sekarang ini. Terlebih lagi didukung komunikasi melalui internet, ledakan informasi menimpa kita semua. Melalui internet, segalanya hadir tanpa ada batasan. Hal ini seperti dua sisi mata uang, ada yang digunakan untuk hal-hal yang sia-sia seperti pornografi, cybercrime, dsb. Atau, bisa digunakan pula untuk tujuan yang mulia, misalnya untuk dakwah pengembangan Islam.
Keyword: Teknologi Informasi untuk Dakwah
Pengantar: Zaman Globalisasi, Teknologi Informasi
Zaman globalisasi ditandai dengan fenomena teknologi informasi dan telekomunikasi yang menunjang disegala bidang. Fenomena teknologi informasi dan telekomunikasi (information and communication technology / ICT) tersebut bagi masyarakat global (dunia) kemudian menciptakan suatu kecenderungan paradigma masyarakat terbuka, yaitu suatu kenyataan dimana tidak ada sekat dan batas yang menghalangi untuk saling berinteraksi. One world one society with different culture, satu dunia satu masyarakat dengan perbedaan budaya. Globalisasi adalah suatu kondisi di mana “hilangnya” batas-batas fisik dalam segala bidang. Globalisasi bukan hal yang menakutkan, namun juga bukan sesuatu yang menggembirakan. Sebagai konsep komunikasi global, kita dapat bertemu secara cepat, langsung dan seketika. Apakah maksud diadakannya pertemuan itu adalah masalah ‘hasil’ dari globalisasi itu sendiri. Di sinilah, lahir tesis lain globalisasi berupa kebebasan penyebaran ide melalui wadah komunikasi global.
Dalam era globalisasi versi 3.0, –meminjam istilahnya Thomas L. Friedman– saat ini yang menjadi peranan utama adalah adanya kekuatan para individu-individu untuk saling berkolaborasi dan bersaing secara global. Dan yang membuat datar dunia ini bukan lagi kekuatan tenaga kuda, mesin uap, dan hardware / perangkat keras tapi adalah software / perangkat lunak, segala macam perangkat lunak yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan dengan pembuatan jaringan serat optik dan wireless global yang membuat setiap kita ini adalah tetangga. Setiap person harus, bisa dan sanggup bertanya pada dirinya, dimana posisi diri kita dalam kompetisi persaingan global sekaligus kesempatan yang sedang terjadi didepan mata kita, dan juga bertanya bagaimana saya, dengan usaha sendiri, mampukah berkolaborasi dan berkompetisi dengan yang lain.
Dengan tiadanya batas dan sekat pada zaman global ini karena berita dan informasi dari sudut / pojok dunia manapun akan dengan sangat mudah bisa kita ketahui dengan waktu yang real time (saat itu juga). Sesaat setelah ledakan bom di Mumbay India, warga masyarakat di Adelaide (Australia) bisa langsung mengetahui ledakan tersebut melalui berita di TV dan internet. Era informasi yang ditandai dengan penggunaan teknologi informasi seperti komputer dan internet dewasa ini membawa suatu keadaan dimana individu atau kelompok masyarakat secara “bebas”,  mudah dan lebih murah untuk bisa mendapatkan atau mengakses informasi dan juga menyebarkannya. Informasi kemudian menjadi kebutuhan pokok  yang diperlukan oleh penggunanya.
Teknologi Informasi juga menjadi bagian penting dari dunia pendidikan, terlebih ketika model pendidikan masa depan lebih memberi kemungkinan kebebasan bagi anak didik untuk meraih materi pendidikan. Format pendidikan tidak lagi menempatkan guru sebagai subjek sumber ilmu. Perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi, tak bisa dipungkiri akan membawa perubahan yang cukup mendasar dan menjadi media untuk tansformasi ilmu pengetahuan secara efektif.
Dalam bidang dakwah, teknologi informasi juga bisa dioptimalkan untuk kepentingan dakwah Islam ataupun dakwah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Teknologi informasi yang secara teknis didukung oleh teknologi elektronik dalam perkembangan dewasa ini banyak pakar yang memberikan terminologi ‘elektronik’. Terminologi elektronik ini kemudian digabungkan diberbagai bidang baik dibidang bisnis maupun non bisnis. Dalam bidang bisnis ada istilah Electronic Business disingkat e-Business, yaitu kegiatan bisnis yang ditunjang dengan media elektronik.  Pada bidang pemerintahan ada istilah e-Goverment yaitu penggunakan teknologi internet sebagai sebuah landasan dalam pertukaran data, penyediaan layanan dan transaksi kepada warga negara, pebisnis atau atar instansi pemerintah. Dalam pembelajaran ada e-Learning, untuk kegiatan jual-beli on-line istilahnya e-Commerce, dan lain sebagainya.   Yang pasti istilah e-e dan yang lainnya pun tidak beda jauh, yaitu mereka menggunakan media internet sebagai infrastrukturnya. Dari sini kemudian juga digunakan pada bidang dakwah Islam. Maka kemudian tercetus kata-kata e-dakwah. E-dakwah memiliki konsep dan hubungan yang tidak jauh dengan kata-kata e-mail, e-learning, e-government, e-commerce, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan sejenisnya. E yang dimaksudkan disini bisa berarti melibatkan cara, range / jarak / geografical position, sebuah system atau proses dan infrastruktur. Maka e-dakwah pun kurang lebih adalah proses pengajaran, pembelajaran, penyampaian sesuatu informasi / pesan berkaitan dengan tema-tema Islam ataupun dakwah dengan harapan orang yang diberikan informasi tersebut menjadi tertarik bahkan bisa menjadi bagian dari Islam. Dan E-dakwah akan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu, teknologi dan pengetahuan manusia, sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan dakwah Islam kepada manusia, serta pertumbuhan manusia itu yang semakin meningkat, sejalan dengan pertumbuhan Islam itu sendiri
Sumbangsih Teknologi Informasi sebagai media dakwah
Dakwah dalam Islam berarti mengajak seseorang atau kelompok dari tidak tahu Islam menjadi memahami Islam, dekat dengan Islam, mencintai Islam dan menjadi Islam sesungguhnya dalam arti melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya sesuai syariat agama. Dalam arti yang lebih longgar, dakwah adalah upaya memperbaiki sesuatu menjadi lebih baik, melalui sarana perbuatan, lesan atau dengan hati/perasaan.
Beberapa sumbangsih atau manfaat teknologi informasi yang bisa ditabulasi antara lain sebagai berikut:
  1. Memudahkan komunikasi data dan mempercepat proses transformasi data tersebut secara multi arah yang tidak dibatasi jarak (jauh atau dekat, global atau lokal)
  2. Memudahkan pengolahan data secara mudah dengan hasil yang akurat dan terbarukan.
  3. Dengan informasi yang akurat bisa menjadi pendukung para pengambil keputusan untuk menghasilkan keputusan yang valid, relevan dan uptodate.
  4. Memudahkan dan membuat penyampaian atau presentasi menjadi lebih baik dan menarik. Sebagai ilustrasi, dengan sarana yang ditunjang teknologi informasi/komputer, tata letak luangan, penyinaran, sound effek, pelatihan ESQ menjadi sangat berkesan.
  5. Dalam konteks dakwah Islam atau dakwah pengembangan masyarakat akan memudahkan dalam hal pengolahan data dan komunikasi data yang berkaitan dengan kegiatan dakwah. Bentuk teknisnya akan dipaparkan berikut.

Bentuk bentuk Teknologi Informasi sebagai media dakwah
Populernya internet merupakan media yang tidak bisa dihindari karena sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak informasi yang mudah didapat dan layak diakses oleh masyarakat dunia, baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lainnya. Dengan munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam dunia komunikasi dan informasi. Dalam konteks media dakwah internet sebagai produk teknlogi informasi menjadi dominan disamping perangkat lunak komputer dan paket aplikasi lainnya. Berikut bentuk bentuknya produk IT yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah:
  1. Situs situs yang menampilkan sekitar tema-tema Islam atau dakwah Islam di internet.
Misalnya: www.al-islam.or.id, islamonline.net, myquran.com, pesantrenvirtual.co, eramuslim.com, islamlib.com, hidayatullah.com, indohalal.com, tazkia.com, ukhuwah.or.id, moslemworld.co.id dan masih banyak lagi.
  1. Catatan catatan pribadi, opini, tulisan yang gaya bahasanya formal dan informal yang ditumpangkan di situs internet tentang tema-tema Islam yang disebut dengan Blog.
  2. Fasilitas yang diberikan oleh operator telepon seluler, misalnya paket SMS Do’a, Sholawat, Nasihat Islam dan lain-lain.
  3. Mailing-list, yaitu media pertukaran data menggunakan email, atau gabungan email. Sedangkan email sendiri adalah metoda simpan dan teruskan dari pembuatan, pengiriman, penerimaan dan penyimpanan pesan menggunakan sistem komunikasi elektronik jaringan atau internet (wikipedia).
  4. Situs jaringan sosial (social community network), sebuah website yang saling menghubungkan membernya menggunakan link / hubungan. Sehingga nantinya tercipta jaringan persahabatan yang bisa saja berdasarkan almamater sekolah, tempat bekerja, hobi, negara, agama, kesamaan minat dan bakat dan lainnya. Contoh yang sangat populer saat ini adalah: facebook,  friendster, multiply, linked-in, dan seterusnya. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi tentang dakwah Islam.
  5. Fasilitas Internet Messenger juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Dengan fasilitas VOIP (voice over internet protocol) yaitu penyampaian signal audio melalui internet, dari segi biaya menjadi lebih murah dibandingkan memakai telepon konvensional. Selain itu Internet Messenger juga bisa mengurumkan tidak hanya signal audio tetapi juga audio visual dengan catatan hardware yang ada dilengkapi dengan kamera. Dengan demikian teleconferrence bisa dilakukan dengan banyak pihak diberbagai tempat yang terpisah pada saat yang bersamaan. Ada suatu situs yang paling sering melakukan teleconference yaitu radiotarbiyah.net. admin situs ini berbasis di indonesia, tetapi memiliki jaringan relay dibanyak negara di eropa, mesir, jepang, dan amerika. Andaikan sholat jum’at berjamaah boleh dilakukan dengan cara ini, barang kali banyak yang akan mencoba. Kita juga bisa memakai Yahoo! Messenger untuk melakukan internet messenger. Dan itu gratis. Kita hanya membayar biaya pulsa selama kita ber internet.
  6. Software atau perangkat lunak komputer yang banyak dijual bebas, misalnya al-Qur’an Digital, software penghitung waris, penghitung zakat sampai sistem informasi manajemen madrasah, pesantren atau secara umum perangkat lunak sistem informasi manajemen lembaga-lembaga Islam baik yang bergerak pada pendidikan dan sosial yang sekarang banyak dikembangkan (komputerisasi/onlinisasi kantor).

Dari uraian diatas, pemanfaat internet lebih dominan. Artinya komunkasi bergerak menggunakan elektronik mengalami momentumnya. Dengan dipopulerkannya   World Wide Web (WWW) atau disebut Web oleh Tim Berners-Lee mengubah Internet menjadi dunia maya ajaib. Dengan Web orang bisa menempatkan karya digitalnya untuk diakses siapapun, memanggil dokumen yang tersimpan di server dan menayangkannya di layar komputer dengan cara yang sangat mudah. Dalam desrtasi PhDnya Tim Berners-Lee meneruskan pekerjaan Vint Cerf dan Bob Kahn yang lebih dulu mengembangkan Internet. Web adalah ruang informasi maya, kalau di Internet banyak komputer, maka di Web ada banyak dokumen, suara, video, dan berbagai informasi lain. Tim mempopulerkan kode hypertext yang mudah dipelajari (HTML), merancang skema pemberian alamat (URL), mendesain aturan-aturan di Web yang kemudian menjadi HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Dan saat ini dunia Web telah memasuki generasi kedua dimana dalam generasi ini sebuah halaman web diinternet tidak lagi statis dengan penampilan dan layout yang kaku, tapi sekarang sudah bisa menampilkan tampilan multimedia secara dinamis dan bersifat user friendly.
Dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, pertama mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau, kedua pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat secara drastis, dan ini berpengaruh pada jumlah penyerap misi dakwah / praktisi dakwah. Ketiga para pakar dan ulama / ustad yang berada dibalik media dakwah melalui internet ini bisa lebih berkonsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum secara syar’i dan lainnya, keempat dakwah melalui internet akhirnay kemudian menjadi salah satu primadona pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka senangi, kelima  cara penyampaian menjadi lebih variatif membuat dakwah melalui internet bisa terjangkau di berbagai segmen masyarakat.



Tantangan dan peluang pemanfaatan media TI untuk dakwah
Beberapa tantangan pemanfaatan media teknologi informasi antara lain sebagai berikut:
  • Faktor pendidikan dan sarana yang kemudian menjadikan keterbatasan sumberdaya manusia untuk menjalankan teknologi informasi
  • Citra teknologi informasi utamanya internet yang masih minor dikalangan sebagian masyarakat kita. Internet identik dengan situs pornografi dan lain sebagainya.
  • Masih cukup banyak masjid, pesantren atau tempat tempat sebagai centrum dakwah yang belum mempunyai akses teknologi informasi (internet) karena masalah biaya, SDM dan wawasan.
  • Keterbatasan infrastruktur untuk komunikasi, interaksi dan kolaborasi antar kelompok / komunitas Islam (lsm Islam).
  • Minat warga Muslim terhadap penggunaan Teknologi Informasi masih terbatas
  • Informasi yang berkaitan dengan komunitas Islam bertebaran melalui berbagai media cetak, elektronik maupun Internet, tetapi kurang terkelola dan terkordinasi dengan baik, sehingga cenderung menjadi ‘sampah informasi’.
  • Perhatian dari berbagai organisasi prefesi dan perusahaan terhadap penggunaan dakwah pada bidang IT masih kurang..
Disamping tantangan, masih ada potensi peluang yang bisa digarapkan antara lain:
  • Agenda-agenda seputar Islam seperti ekonomi syariah, pesantren terpadu, ekonomi-bisnis dan lainnya memerlukan dukungan sistem informasi yang bisa lebih mudah dipadukan (integrasikan). Dengan strategi yang tepat dan kerjasama antar entitas Islam, integrasi dan kolaborasi  akan lebih mudah mewujudkan transfomasi data tersebut.
  • Media Web di Internet menyediakan kesempatan baru bagi pengembangan pendidikan, dan budaya disamping juga ekonomi dan bisnis.
  • banyaknya  ‘ruang untuk mengembangkan diri’ bagi profesional di bidang IT, termasuk dalam bidang dakwah yang berbasi IT.
  • Semakin menjamurnya bisnis perangkat lunak, akan lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan secara lebih murah, gampang dan fleksibel –dalam hal customize– mengenai produk perangkat lunak seperti penghitung zakat, software falaq, dan perangkat sistem informasi administrasi kantor yang lain.
  • Peluang Kerjasama antar organisasi-organisasi Islam dalam memanfaatkan informasi-informasi tersebut.







Penutup
Sebagai penutup dari tulisan ini, bahwa tidak bisa dipungkiri teknologi informasi dan internet semmakin populer bagi warga dunia dan karenanya tidak bisa terkotak atau menutup diri atas informasi. Walaupun ada kesan minor terhadap produk treknologi itu, tergantung kita memanfaatkannya. Dan tulisan ini adalah semacam kompilasi untuk menggambarkan ekspresi dan dinamika yang terkait penggunaan IT termasuk untuk kepentingan dakwah.
Dalam konteks media dakwah teknologi informasi dan internet bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Salah satunya adalah memudahkan transformasi data berupa tulisan, opini, artikel atau data dalam format apapun yang berisi tema-tema Islam atau dakwah melalui media elektronik dan internet. Akhirnya kemudian muncul istilah e-Dakwah, yaitu aktivitas dakwah yang didukung oleh teknologi elektronik atau teknologi informasi. Dengan dukungan internet pengajian-pengajian yang selama ini konvensional (ulama bertemu jamaahnya secara fisik) akan bisa di lengkapi dengan pengajian maya (jamaah bisa berinteraksi dengan ulamanya melalui internet). Disamping itu dengan IT akan bisa membantu “presentasi” ulama’ atau ustad akan menjadi lebih menarik. Peralatan LCD projector dan pendukung media audio visual berperan dalam hal ini.
            Produk teknologi ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Tantanngan yang cukup penting dalam penggunaan media dakwah adalah tidak semua kalangan praktisi dakwah dan warga audien (jamaah) bisa mengoptimalkan penggunaan IT (problem SDM). Namun demikian, hal itu bukan berarti penghambat. Dengan pendidikan dan pelengkapan sarana dan infrastrukutur oleh stakeholder terkait (pemerintah dan swasta) dan kerjasama diberbagai bidang oleh para pelaku dakwah (ormas Islam, aktifis Islam) serta kampanye pemanfaatan teknologi informasi dan berbagai hal yang bisa dilakukan, Insya Allah sumbangsih teknologi informasi sebagai media dakwah akan semakin terasa. Wallahu a’lam Bishowaf.

sumber : http://blog.sunan-ampel.ac.id/yusuf/2011/04/28/sumbangsih-teknologi-infromasi-sebagai-media-dakwah/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Buku Tamu

my feedburner